Kamis, 17 Maret 2011

Misteri Angka 13


Di seantero dunia terdapat bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan legenda, yang tidak terhitung banyaknya. Bagi kaum rasionalis, kepercayaan-kepercayaan orang-orang tua ini seharusnya ikut mati sejalan dengan modernisasi yang merambah seluruh sisi kehidupan manusia. Namun demikiankah yang terjadi? Ternyata tidak.

Di dalam tatanan masyarakat modern, kepercayaan-kepercayaan tahayul ini ternyata tetap eksis dan bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Kepercayaan-kepercayaan ini bahkan ikut mewarnai arsitektural kota dan juga gedung-gedung pencakar langit.

Sebagai contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14. Menurut kepercayaan mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki. Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, Anda tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung ‘loncat’ ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14. Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.

Mengapa angka 13 dianggap angka yang membawa kekurang-beruntungan? Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan aneka mitos yang ada berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan Penyihir tertinggi rezim Fir’aun yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap, peramal, paranormal, dan sebagainya—terlebih oleh kaum Zionis-Yahudi yang kemudian mengangkatnya menjadi satu gerakan politis—dan sekarang ini, ajaran Kabbalah telah menjadi tren baru di kalangan selebritis dunia.

Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah. Di Marseilles, Perancis Selatan, bangsa Yahudi ini membukukan ajaran Kabbalah yang sebelumnya hanya diturunkan lewat lisan dan secara sembunyi-sembunyi. Mereka juga dikenal sebagai kaum yang gemar mengutak-atik angka-angka (numerologi), sehingga mereka dikenal pula sebagai sebagai kaum Geometrian.

Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King).

Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13. Inilah buktinya:
-13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David. http://eramuslim.com/fckfiles/Image/SEAL.jpg
-13 garis di perisai atau tameng burung.
-13 daun zaitun di kaki kanan burung.
-13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.
-13 anak panah.
-13 bulu di ujung anak panah.
-13 huruf yang membentuk kalimat ‘Annuit Coeptis’
-13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’
-13 lapisan batu yang membentuk piramida.
-13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.

Selain menyisipkan angka 13 ke dalam lambang negara, logo-logo perusahaan besar Amerika Serikat juga demikian seperti logo McDonalds, Arbyss, Startrek. Com, Westel, dan sebagainya. Angka 13 bisa dilihat jika logo-logo ini diputar secara vertikal. Demikian pula, markas besar Micosoft disebut sebagai The Double Thirteen atau Double-13, sesuai dengan logo Microsoft yang dibuat menyerupai sebuah jendela (Windows), padahal sesungguhnya itu merupakan angka 1313.

Uniknya, walau angka 13 bertebaran dalam berbagai rupa, bangsa Amerika rupa-rupanya juga menganggap angka 13 sebagai angka yang harus dihindari. Bangunan-bangunan tinggi di Amerika jarang yang menggunakan angka 13 sebagai angka lantainya. Bahkan dalam kandang-kandang kuda pacuan demikian pula adanya, dari kandang bernomor 12, lalu 12a, langsung ke nomor 14. Tidak ada angka 13.

Kaum Kabbalis sangat mengagungkan angka 13, selain tentu saja angka-angka lainnya seperti angka 11 dan 666. Angka ini dipakai dalam berbagai ritual setan mereka. Bahkan simbol Baphomet atau Kepala Kambing Mendez (Mendez Goat) pun dihiasi simbol 13. Itulah sebabnya angka 13 dianggap sebagai angka sial karena menjadi bagian utama dari ritual setan.

saudara yang tak kan terlupa

KaTa orang Hidup tu tidak bisa sendiri kan!!!!
ternyata mank ngak bisa hidup sendiri karena aq sangat membutuhkan kalian sebagai temen hidup, tidak bisa di pungkiri kehadiran kalian sangat membantuq walaupun hanya sebentar bertemu kalian....
kita bertemu dari suatu niat baik dalam suatu kegiatan, udah banyak yang kita rasain bersama. suka duka dipuji dicaci tu udah biasa buat kita yang terpenting persaudaraan nie tetep terjalin dengan indah...
aq sayang kalian semua sampai kapan pun itu,,,hingga nafas ini tak lagi berhembus,,,
ENGKAU TETAP SAHABATKU.....
ini kami lakukan untuk seluruh ibu!!!!Selamat Hari Ibu
sayang g da gustar nie...

suadara - saudara perempuanku,,,,cantik kan!!!!

gustar feat my best freind tp kurang femi,,,hiks,hiks,,

foto lagi aahhh,,,

lagi di bheka nie ngumpul kayak arisan,,,wkwkwkwk

selalu, selalu, selalu berada di dekatku,,,mksh 

nie lengkap juga akhirnya,,,,hehehe ( asni , pyo, femi, juni )

keluargaku yang akan selalu bersama,,,

wajah itu...

Seorang wanita muda melintas di jalan sebuah pusat keramaian salah satu kota dengan pendapatan terbesar di Indonesia. Dimana pendapatan sebagian besar masyarakat kota itu berasal dari 2 perusahaan besar yang berada  di kawasan ini yaitu PT. Badak NGL & PT.  Pupuk Kal-Tim. 

Wanita muda tersebut tidak seperti wanita lainnnya yang sepagi itu mungkin saja masih di atas tempat tidur yang belum saja mengakhiri mimpinya padahal azan subuh udah lama berlalu. Namun wanita muda itu sudah bergelut dengan ramainya lalu lalang orang serta kendaraan yang melintasi salah satu kawasan padat di pagi hari itu. 

Wajahnya c biasa z tp terdapat pesona yang sangat luar biasa dari wanita tersebut. Wajah asli tanpa bahan kimia sedikit pun mungkin nie namanya cantik alami ya,,,hehehehe,,,lama kulihat aktivitas wanita tersebut ,,tiba2 aq dikejutkan dengan apa yang wanita itu lakukan, wanita itu membongkar salah satu becak yang berisi bahan rumah tangga yang ukuran wanita pasti berat namun wanita itu tidak terlihat kesusahan melakukan kegiatan itu, mungkin udah terbiasa kali dengan kegiatan itu...huhuhu jadi malu nie dengan wanita itu,dalam diri ini terkadang malas untuk melakukan hal tersebut masih tersa malu dengan anggapan orang lain.
Namun sayang sekali kejadian itu sangat cepat berlalu coz wanita itu sedang sibuk dengan kegiatan lainnya sehingga tidak muncul lagi di mataku, setelah aq menunggu lama tidak terlihat lagi,,,huft,,huft,,bener wajah yang sangat menenangkan,,,,

kata afgan c " wajahmu mengalihkan duniaku,,,,wkwkwkwkwkwk

Kurang Sedekah, Musibah Beruntun

Divonis jantung, Dessi Zailina (37) cuek saja. Ia tidak terlalu serius oleh diagnosa dokter. Ia pun tetap melakukan aktifitas. Padahal saat divonis, ia sedang hamil enam bulan. Ia tetap keluar rumah, beraktifitas. Akibatnya fatal, Dessi mengalami sesak nafas. Terpaksa ia menemui dokter lagi. Dokter pun merekomendasi supaya ke Spesialis Jantung. “Jantung ibu bocor!” ujar dokter. Ia pun dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita, Jakarta.
Dessi bukannya nurut, malah minta pulang kampung ke Palembang, untuk ziarah ke orangtua suaminya, Mazrul Jamal (39). Bukannya naik pesawat, Dessi sama suami melalui jalan darat. Usai ziarah kubur, Dessi pun kembali sesak nafas. Pulang ke Jakarta, pembantu masih mudik. Makin capeklah Dessi. Tapi dasar bandel, Dessi masih mau mengantar anak piknik ke Bandung. Sebagai akibatnya, balik ke Jakarta, sampai di rumah Dessi langsung lumpuh. Kaki kirinya tidak bisa digerakkan. Ke kamar mandi pun Dessi harus merangkak. Suami yang sedang di luar ditelpon,” Mah, mungkin itu karena asam urat tinggi,” simpul suami. Yang benar, kata dokter, efek dari jantung bocor!
Merasa sudah gawat, Dessi minta dirawat inap di klinik. Saat itu, bulan Nopember. Menurut dokter kandungan, Dessi akan melahirkan Desember. Pada hari ke-empat di klinik, Dessi anfal, sesak nafas hebat. “Saya sudah bilang ke suami, saya sudah nggak kuat, saya nggak kuat,” tuturnya.
Esok paginya, Dessi batuk darah. Tanggal 27 Nopember 2007, Dessi baru nurut masuk Harapan Kita. Di UGD dokter kebingungan. Sudah keadaan hamil tua, jantung bocor lagi! Tim dokter memutuskan, janin harus dikeluarkan. Resikonya sangat mengerikan: kematian salah satu dari keduanya, atau kedua-duanya! “Alhamdulillah, resiko itu tidak sampai terjadi. Anak ke-empat saya lahir dengan bobot 2,2 kilo,” tutur Dessi yang tinggal di Komplek Delta Mas, Cikarang.
Derita belum usai. Dua minggu setelah melahirkan, Dessi harus operasi jantung. Untungnya operasi lancar. Tapi masa penyembuhannya, enam bulan. Biayanya? Hanya rumah tinggal tersisa. Mobil, tabungan, dan sebagainya amblas! “Pokoknya habis-habisan deh,” papar Dessi.
Masih belum cukup, selama Dessi dirawat, suami harus menunggu. Hasilnya, pegawai swasta itu pun dipecat. Perusahaan tidak mau tahu. Satu bulan absen, tidak ada toleransi: out! Apalagi ini bakal absen berbulan-bulan.
Apakah yang menyebabkan Dessi selamat menjalani proses yang menakutkan itu? Persalinan lancar, operasi jantung lancar? Dessi masih ingat anak yang sulung Aldi Perdana Ramadhan, saat itu masih kelas empat SD, mengingatkan bahwa apa yang terjadi pada ibunya karena satu hal: kurang sedekah. “Anak saya bilang, waktu itu saya masih terbaring lemah di RS, Mah mungkin Mamah kurang sedekah kali, Mah.” Saya agak tersentak, tapi saya menjawab, iya mungkin Mamah kurang sedekah.” Dessi akui saat itu tak terlalu serius menanggapi anaknya.
Tapi lama kelamaan, Dessi berpikir mungkin benar peringatan anaknya. “Mungkin memang kuncinya pada sedekah. Musibah beruntun ini karena saya dan suami kurang sedekah.” Ia pun menyampaikan hal itu ke suami. Alhamdulilah, suami tanggap. Ia pun segera memesan nasi kotak 130 buah. Nasi kotak itu dikirim ke panti asuhan milik temannya. Tak lupa, Dessi menulis surat untuk anak-anak yatim. “Saya minta didoakan supaya operasi jantung saya lancar.” Dan memang, operasi jantung Dessi lancar. Padahal ia baru melahirkan ‘paksa’ anaknya, yang harusnya lahir sebulan lagi itu.
Setelah semua tuntas, tuntas pula harta untuk biaya operasi. Suami pun kehilangan pekerjaan. Dengan sisa tabungan, Jamal buka bengkel.
Ada yang mengherankan. Berkali-kali Aldi anaknya mengingatkan supaya jangan lupa sedekah. Dessi dan Jamal pun tiap bulan antar beras 50-100 kilogram ke panti asuhan milik temannya. Hasilnya, “Usaha suami saya lancar.” Avanza dan tabungan yang habis, kini diganti Allah Swt dengan yang baru: BMW dan Grand Livina. “Kami memperoleh mobil itu Agustus 2008, walau nyicil mbayarnya,” tutur Dessi.
Akhirul kisah, Dessi bersama suami Umroh, via Biro Haji & Umroh Wisata Hati.
Kaget juga Ustadz Yusuf Mansyur mendengar kisah Dessi saat mereka ketemu di Madinah, 9 Juni 2009. “Subhanallah, Mah..ternyata ada yang lebih parah dari kita. Tapi mereka, dengan barakah sedekah, selamat dari kebangkrutan,” tutur Dessi mengingat kata-kata Ustadz Yusuf. Yang lebih surprise lagi bagi Ustadz Yusuf, peringatan Allah melalui mulut anak Dessi sendiri yang baru kelas empat SD.
Sejak saat itu, Dessi dan suaminya, rajin bersedekah. Anaknya, Aldi, juga tak pernah lupa mengingatkan jika mamah atau papanya lupa bersedekah. Di sekolah, Aldi memang diajarkan rutin bersedekah oleh gurunya. Misalnya, tiap Jumat ada Infak ke Surga, dalam bentuk sedekah beras atau uang. Bahkan ada kupon sedekah yang nilai per kupon Rp 5000. Kebiasaan sedekah ini, melekat erat di benak Aldi. Ibu Dessi dan suami, patut bersyukur pada Allah mempunyai anak sholeh macam Aldi, dan tak lupa berterimaksih kepada SD Fajar Hidayah, yang mendidik Aldi minded dengan amal sedekah itu. [ApikoJM]
 
Posted By: Dessi Zailina


Sedekah Sebagai Weker

”Pasti ada yang belum beres nih,’’ simpul Mona Ratuliu, ketika bisnisnya tersendat padahal prosedur standar sudah ditempuhnya dengan baik. Jadi, apa lagi yang kurang?
‘’Ah, kurang sedekah,’’ akhirnya Mona menyadari sendiri jawabannya. Segera saja selebritas ini menyisihkan sebagian rejekinya untuk sedekah. Alhamdulillah, tak lama lalu usahanya berjalan lancar.
Setelah menyimak jurus sedekah Ustadz Yusuf Mansur dari kawan-kawan seprofesinya, Mona mengaku mulai rajin bersedekah. Mulanya, ia bersedekah melalui even yang lazim seperti ulang tahun dia, suami, atau anak-anak. ‘’kami biasanya merayakannya dengan mengikutsertakan kaum dhuafa dari panti asuhan, pesantren, dan anak jalanan,’’ ungkap Mona.
Sejak menghayati jurus sedekah, ia tak hanya bederma saat even tahunan. Tapi dia usahakan setiap hari, terutama ketika sedang menghadapi hajat. Dan, sudah dirasakannya dampak sedekah.
‘’Banyak hal yang didapat dari sedekah. Misalnya kemudahan dalam menyelesaikan persoalan keluarga, bisnis, dan sebagainya,’’ kata Mona.
Karena itulah, di lalu menjadikan sedekah sebagai ‘’weker’’. Artinya, kalau ada masalah pelik yang tak selesai-selesai atau tak terduga dalam kehidupan sehari-hari, berarti ada yang tidak beres dengan sedekah. Mungkin kurang, atau barangkali belum sempurna ditunaikan.
Mengutip Ustadz Yusuf Mansur, khasiat keajaiban sedekah pasti datang, tapi syarat dan ketentuan berlaku. Yaitu, sedekah dengan yang terbaik. Apakah itu jumlahnya, kualitasnya, maupun saatnya.
‘’Kalau sedekah seribu perak, ya keterlaluan jika berharap dapat mobil. Kalau sedekah berupa baju bekas, ya jangan minta motor baru,’’ Ustadz memberi tamsil.
Sedekah akan semakin ‘’bunyi’’, bila yang disedekahkan adalah sesuatu yang paling kita cintai atau yang paling sedang dibutuhkan saat itu.
‘’Terus terang saya tidak pernah menghitung-hitung sedekah yang saya keluarkan. Subhanallah, belum pernah saya dengar cerita kalau sedekah itu menjadikan kita miskin,’’ papar Mona Ratuliu sambil mengajak untuk menjadikan sedekah sebagai kebiasaan hidup.